Ku
memantaumu dari kejauhan bising kendaraan
Lusuh
bajumu serta peluh di sekujur tubuhmu
Kau
mengandalkan rezeki dari berubahnya warna lampu itu
Kau
memulai pencarian rezekimu saat merah menyala
Kau
kembali ke tepi jalan saat berganti hijau
Semakin
kau riang saat detik-detik lampu merah berjalan
Tapi
mereka tidak mempedulikanmu
Mereka
sibuk terburu-buru dengan urusan mereka
Terkadang
pun mereka mengabaikan lampu merah itu
Tapi
kau tetap saja bertahan untuk terus berusaha
Malang
nasibmu ketika recehan yang kau kumpulkan
Tak
sebanding dengan yang kau inginkan
Dibalik
tangan menengadahmu, kau menangis
Dibalik
tangan menengadahmu, kau menjerit
Janganlah
kau berputus asa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar