Sabtu, 12 April 2014

DIBALIK TANGAN MENENGADAH

Ku memantaumu dari kejauhan bising kendaraan
Lusuh bajumu serta peluh di sekujur tubuhmu
Kau mengandalkan rezeki dari berubahnya warna lampu itu
Kau memulai pencarian rezekimu saat merah menyala
Kau kembali ke tepi jalan saat berganti hijau
Semakin kau riang saat detik-detik lampu merah berjalan
Tapi mereka tidak mempedulikanmu
Mereka sibuk terburu-buru dengan urusan mereka
Terkadang pun mereka mengabaikan lampu merah itu
Tapi kau tetap saja bertahan untuk terus berusaha
Malang nasibmu ketika recehan yang kau kumpulkan
Tak sebanding dengan yang kau inginkan
Dibalik tangan menengadahmu, kau menangis
Dibalik tangan menengadahmu, kau menjerit
Janganlah kau berputus asa!






            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar