Sabtu, 23 April 2011

4 YEARS

Cinta adalah tema universal sepanjang masa. Sejak manusia hadir di dunia dan sampai kapan pun tema cinta selalu menjadi perhatian dan renungan menarik yang tak kunjung habis. Hidup dengan cinta serasa indah ditambah dengan adanya rasa kasih sayang antara dua insan yang saling menyayangi, namun sebaliknya hidup tanpa cinta seolah hampa seakan hidup tak berarti. Kadangkala kita terjebak antara dua pilihan yang memang nyata ada di hadapan kita. Seperti hal mencintai dan dicintai. Dua hal yang tak mungkin kita hindari dalam hidup ini.

TENTANG AKU DAN DIA

Entah apa yang Tuhan beri pada jiwa dan hatiku. Sepertinya dapat dikatakan sebuah ANUGERAH TERINDAH di dalam sekolahku. Bagaimana tidak? Sejak aku berumur 12 tahun bahkan hingga saat ini, hatiku sudah tertancap asmara pada seorang lelaki yang ku kagumi. Aku bersyukur karena aku dapat mengenalinya. Mengenali kepribadiannya, wataknya sampai keluarganya. Bahkan mulai dari sisi yang negatif sampai sisi yang positifnya. Aku yakin dia tau akan rasa yang ada dalam hatiku. Tapi, ya inilah kenyataan yang kuhadapi. CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN. Dia tak akan pernah merespon apa yang ku rasa.
Lelah memang. Mencintai tanpa dicintai. CINTA DALAM HATI. Serasa tak ada artinya. Mengagumi sosok yang membuat hidup ini bertahan di kala sedih mendera di kala hujan menghapus semua cita-cita yang telah terukir di langit. Namun kadang aku berpikir siapa pula manusia yang dapat bertahan dalam penantian. Penantian yang menyakitkan. . Sesaat saja, semua insan telah mengetahui. Hari-hari semakin tersorot padaku. Tapi ku tetap diam terbungkam saja. Setelah benar-benar buming aku menyadari bahwa tak ada yang perlu disesali.
Suatu ketika, aku dan lelaki itu dipertemukan dalam suatu ruang lingkup. Gemetar rasanya dadaku ketika dekat dengannya. Namun aku berusaha menguasai gejolak yang ada dalam diriku. Ingin rasanya ku katakan betapa telah lamanya aku mengagumimu. Ahh percuma saja.
Lambat laun kami berpisah sekolah. Ruang dan waktulah yang memisahkan kita. Sudah lama tak saling menyapa tak saling pandang memandang. Dan lagi. Aku hanya bisa memandangi raut wajahnya melalui situs jejaring sosialnya. Bersyukur. Dan suatu pertemuan yang tak pernah ku duga. Akhirnya aku bisa melihat dirimu lagi *batinku. Tapi hal itu membuatku kecewa karena pertemuan itu hanyalah pertemuan singkat yang ku yakini tak mengandung arti apa-apa baginya. Biarlah. Waktu yang akan menjelaskan semua ini.
Pertemuan itu seperti pertemuan pamungkas antara diriku dan dirinya. Bosan sudah aku bertahun-tahun mengaguminya tanpa ada sedikit rasa darinya pun tersentuh untukku. Ditambah saat aku mendengar ia menjalin ikatan dengan gadis lain. Oh perasaanku tak menentu. Dibilang cemburu ? Ya ku akui. Aku benar-benar tak dapat memungkiri bahwa saat itu aku cemburu pada gadis yang telah berhasil merebut hati pujaan aku itu. Tapi jauh ku berpikir. Siapa pula aku ini di hadapan dia? Teman dekat bukan, sahabat bukan, apalagi pacar. Memang tak selayaknya aku bersikap seperti itu. Bodohnya diriku. Tetap saja mempertahankan untuk memilih MENCINTAI dirinya dalam hidupku.
Aku sudah mulai terbiasa untuk tidak mengingatnya tiap jam dan tiap hari. Kini hidupku pun telah diisi oleh sinar terang kekasihku. Aku merasakan betapa indahnya dicintai. Setelah sekian lama ku menanti inilah yang ku dapat. Aku dan kekasihku sama-sama saling mencintai. Kami berusaha memupuk rasa cinta dan kasih sayang cause I’m gonna make my life lively with my boyfriend. Namun takdir mengatakan lain. Satu bulan setengah ku taruhkan segalanya namun hanya berakhir sampai disini. Oke, fine!! Kita putus.
Kini aku telah beranjak menuju kedewasaan. Dan kini pun aku telah bergaul di ruang lingkup yang lebih dewasa lagi. Memori tentang aku dan lelaki pujaanku itu masih teringat dan akan selalu terkenang dalam ingatanku. Akhirnya aku berada dalam satu sekolah kembali. Awal melihat dia biasa saja. Seperti awal kembali (seolah tak ada rasa apapun).
Hari demi hari pun berlalu. Ku dapatkan seorang kekasih. Lagi-lagi bukan dia. Tapi tak mengapalah. Ku terima cinta seseorang yang benar-benar mencintaiku. Sayangnya hanya kurang lebih dua bulan berjalan. Yah, alright. Now we’re not couple.
Aku gerah. Seperti tak merasakan apa yang biasa ku lakukan. So weird for feeling this. Dan tak tau kenapa setelah menatap pujaan hatiku itu RLBK (Rasa Lama Bersemi Kembali). Oh, sebenarnya jimat apa yang telah ia beri sehingga aku terhipnotis tuk mencintainya kembali. Tapi untuk kali ini aku merasa berbeda melihat tatapannya padaku. Entahlah. Dia selalu memberi harapan kosong bagi wanita dan mungkin bagi SECRET ADMIRER-nya. Dan semoga apa yang ku rasa saat ini memang benar bahwa ia telah membuka hatinya untukku. Amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar