Rabu, 20 April 2011

LONG LIFE OF HOPE (PART II)

Tak tau dari mana harus memulainya. Kini pemaksaan telah hilang. Dan pengharapan telah menang diatas segalanya. Berkata jujur dalam memenuhi keinginan. Tak disangka masih ada pengharapan dalam hatinya. Hati yang riang bercampur aduk dengan segala kegembiraan. Kesempatan yang tidak mungkin dilepaskan begitu saja.
Kian lama kian mengerti akan perasaan yang bergejolak tak menentu ini. Dikatakannyalah dan terbalas ucapan menyentuh hati. Hingga pada hari dimana bersatu itulah curahan isi hati diluapkan. Merupakan waktu yang membuat hati terkenang. Kini telah mengetahuinya bahwa hanya cinta yang ada di dalam hati.
Hari impian pun datang. Semua insan menangis tersedu sedan dalam lingkungan yang sama. Memperbincangkan hal yang menjadi problematika. Kini introspeksi diri akan menjadi pusat utama di otak. Meraih tangan-tangan suci demi menyadari kesalahan yang telah diperbuat. Namun terlepas dari itu ketika ditanya hanya menjawab “IYA” dan hanya tersenyum.
Kini semua telah mengetahuinya. Tinggallah perasaan malu meski terus menjadi perbincangan dan buah bibir yang sensasional. Meski begitu hati yang bersatu tetap bersatu untuk mencapai suatu tujuan. Namun ada sebersit luka yang tertinggal dalam hati yang telah mencintai sepenuh hati. Tersenyum diluar luka didalam. Mengetahuinya namun apa daya.
Hanya bisa menjawab “TIDAK” ketika ditanya secara mendadak dan spontan. Tapi entah apa yang terjadi. Apakah ada perasaan yang menyinggung hati? Semoga jikalau ada berterimakasih. Mendoakan dan mengharapkan bisa menjadi yang terbaik. Ya, semoga saja doa itu benar apa adanya. Malam sunyi suara berbunyi. Saat mendatangi rumah pun tiba. Tapi tak ada balasan. Maafkanlah diri ini yang tak bisa.………….

1 komentar: