Rabu, 20 April 2011

LONG LIFE OF HOPE (PART I)

Awalnya merasakan yang berbeda tetapi setelah itu memang benar merasakannya. Ini berawal ketika membantu dan meringankan tapi nyatanya diri inilah yang tidak bisa membalasnya dan mengkhianati. Saat mengetahui ada sesuatu dalam diri lain betapa sungguh diri ini tersentuh hingga tak pernah bisa tuk dilupakan. Sesuatu indah yang dibalas dengan sesuatu yang sangat indah pula. Namun saat diri sambung merasakannya pula diri ini sungguh tak menyangka dan tak menduga. Ternyata pertunjukan yang tersembunyi dan disembunyikan hingga tanpa sadar diri ini pun tak tau perlakuan apa yang pantas tuk dipersembahkan.
Terus berhubungan untuk melancarkan sistem ini tanpa halangan namun diri sambung juga mengikuti arah dan langkah yang ditempuh, diambil, dan dijalani. Sebenarnya ketidakpedulian itu hanya bersifat belaka kalau merasakannya. Karena keadilan yang selalu tercermin dan diupayakan untuk diaplikasikan semaksimal mungkin. Tapi tak kuasa pula jika dilanda sesuatu yang sungguh tak menentu. Diri lain pun berusaha untuk tersenyum begitu pula yang lain berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa. Lambat laun diceritakanlah kepada jiwa yang paham akan makna dan arti yang sesungguhnya.
Sungguh mengejutkan ketika pendengaran tertuju pada hal yang aneh dan tak pernah dikira sebelumnya karena sebelumnya diri lain pun meminta pemecahan untuk Sesuatu rahasia yang jiwa pemahaman telah mengetahui arti, maksud dan makna. Hingga detik yang dijalani pun terus ingin merasakan sesuatu bersama sesuatu yang sebenarnya telah dipertemukan dalam lingkar edar yang digariskan. Kuasa Tuhan memang tak ada yang bisa menghalanginya.
Setelah bertemu pun mengisahkan apa misteri lain yang terjadi dibalik semuanya ini namun betapa kasihan yang telah berusaha tuk mendahuluinya. Saat pertemuan berlangsung slalu ingin mendekati. Namun hari dimana impian akan terjadi serasa air mata ingin menghujani deras seluruh jiwa yang telah hancur. Ingin mencobanya namun penyesalan selalu datang terlambat hingga mungkin tak ada suatu kesempatan lebih yang ditawarkan untuk mengulanginya lagi.
Apa makna bahagia bila diri ini tak bahagia? Ingin melihat kebahagiaan namun tak bisa tersenyum. Ingin mendoakan yang tak diharapkan tapi tetap terus bertanya-tanya dalam hati, masihkah? Lalu bagaimana sesuatu indah itu akan mengatakan yang sejujurnya kalau Sesuatu yang lain pun tak menawarkan sebuah waktu dan kesempatan? Sungguh ingin mengatakannya tapi diri sambung inilah yang membuat berpikir berkali-kali. Tak tau bagaimana akhir dari perjalanan yang berliku. Semoga pengharapan selalu menang di atas pemaksaan dan perasaan lain yang hanya mengikuti. Jayalah pengharapan……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar